Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa Sholat Idul Adha
Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari besar Islam yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Pada tahun 2026 ini, jutaan umat Islam akan bersiap merayakan hari istimewa ini dengan penuh suka cita dan kebersamaan. Perayaan Idul Adha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga diawali dengan pelaksanaan sholat Idul Adha berjamaah. Sholat Idul Adha ini memiliki tata cara khusus yang berbeda dengan sholat fardhu atau sholat sunnah lainnya. Memahami tata cara sholat Idul Adha lengkap dengan bacaan niat dan doa sholat Idul Adha yang benar adalah kunci untuk menyempurnakan ibadah kita di hari yang penuh berkah ini.
Artikel ini akan mengupas tuntas setiap detail yang perlu Anda ketahui mengenai tata cara sholat Idul Adha, mulai dari persiapan, niat, hingga amalan sunnah setelah sholat. Dengan panduan ini, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan sholat Idul Adha 2026 dengan khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Key Takeaways
- Sholat Idul Adha adalah ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
- Tata cara sholat Idul Adha berbeda dengan sholat biasa, terutama pada jumlah takbir.
- Penting untuk mengetahui bacaan niat sholat Idul Adha, baik untuk imam maupun makmum.
- Terdapat amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah pelaksanaan sholat Idul Adha.
- Khutbah Idul Adha merupakan bagian integral dari sholat Idul Adha yang wajib disimak.
Memahami Keutamaan Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha atau disebut juga Idul Adha merupakan salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam, jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hari raya ini mengingatkan umat muslim akan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Peristiwa ini kemudian diganti dengan seekor domba, yang menjadi dasar syariat ibadah kurban hingga saat ini.
Selain ibadah kurban, sholat Idul Adha adalah ibadah utama yang menandai dimulainya perayaan Idul Adha. Sholat sunnah Idul Adha ini memiliki keutamaan yang besar, sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Pada tahun 2026, perayaan Idul Adha diharapkan dapat berlangsung dengan meriah, dan umat Islam dapat berpartisipasi penuh dalam setiap rangkaian ibadahnya.
Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap dengan Bacaan Niat
Melaksanakan sholat Idul Adha memiliki tata cara khusus yang membedakannya dengan sholat lainnya. Sholat ini terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir (takbir zawa’id) yang banyak. Berikut adalah panduan lengkap tata cara sholat Idul Adha:
Amalan Sunnah Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Adha
Sebelum memasuki pelaksanaan sholat Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan:
- Mandi Wajib: Disunnahkan mandi sebelum berangkat Sholat Idul Adha untuk membersihkan diri dan menyegarkan badan.
- Mengenakan Pakaian Terbaik: Kenakan pakaian terbaik, bersih, dan rapi. Bagi laki-laki, disunnahkan memakai wangi-wangian.
- Tidak Makan Sebelum Berangkat Sholat: Berbeda dengan sholat Idul Fitri yang disunahkan makan sedikit sebelum berangkat Sholat, pada Idul Adha disunahkan untuk tidak makan terlebih dahulu. Makanlah setelah selesai melaksanakan sholat dan mungkin dari hidangan kurban.
- Memperbanyak Membaca Takbir: Sejak malam Idul Adha hingga menjelang sholat, umat Islam disunnahkan memperbanyak membaca takbir, tahmid, dan tahlil.
- Menempuh Jalan yang Berbeda: Disunnahkan untuk berangkat Sholat melalui jalan yang berbeda dengan jalan pulang setelah sholat.
Bacaan Niat Sholat Idul Adha
Niat merupakan rukun sholat yang wajib diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram. Berikut adalah lafaz niat sholat Idul Adha, baik untuk imam maupun makmum:
1. Niat Sholat Idul Adha untuk Imam
نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu an ushalliya sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum
نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu an ushalliya sunnatan li ‘iidil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dua Rakaat
Berikut adalah langkah-langkah tata cara sholat Idul Adha secara rinci:
Rakaat Pertama:
- Berdiri dan Niat: Berdiri menghadap kiblat, lalu membaca niat sholat Idul Adha sesuai posisi (imam atau makmum) dalam hati.
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan takbir “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga, kemudian sedekap. Setelah itu membaca doa iftitah.
- Takbir Zawa’id (Tambahan) 7 Kali: Setelah doa iftitah, melakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali. Setiap kali takbir, dianjurkan membaca tasbih berikut: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.” Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.” Catatan: Di antara takbir pertama dan kedua, atau setelah takbiratul ihram, disunahkan untuk membaca doa iftitah. Tasbih di atas dibaca di antara setiap takbir tambahan.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Setelah takbir ke-7 (atau ke-8 jika dihitung takbiratul ihram), membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-A’la atau Qaf.
- Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, Sujud Kedua: Melakukan gerakan sholat seperti biasa hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
- Berdiri dan Takbir Zawa’id (Tambahan) 5 Kali: Setelah bangkit dari sujud kedua rakaat pertama, langsung berdiri dan mengucapkan takbir “Allahu Akbar” (takbir intiqal) tanpa mengangkat tangan (Disunnahkan mengangkat tangan pada setiap takbir tambahan). Kemudian melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali. Setiap kali takbir, dianjurkan membaca tasbih yang sama seperti di rakaat pertama.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Setelah takbir ke-5, membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar.
- Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, Sujud Kedua: Melakukan gerakan sholat seperti biasa.
- Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud akhir.
- Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Pelaksanaan sholat Idul Adha ini harus dilakukan dengan khusyuk dan tertib. Sangat penting untuk memahami bahwa idul adha adalah dua rakaat dengan menghadap kiblat.
Doa Sholat Idul Adha dan Keistimewaan Khutbah
Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Adha, imam akan melanjutkan dengan menyampaikan khutbah Idul Adha. Khutbah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sholat Idul Adha dan memiliki kedudukan sunnah muakkadah yang sangat ditekankan. Jemaah sangat dianjurkan untuk mendengarkan khutbah dengan seksama.
Urutan Khutbah Idul Adha
Khutbah Idul Adha berbeda dengan khutbah Jumat, karena khutbah Idul Adha dilakukan setelah sholat. Khutbah ini terdiri dari dua bagian, yang diselingi dengan duduk sebentar antara keduanya:
- Khutbah Pertama: Dimulai dengan takbir sebanyak 9 kali. Khutbah ini berisi puji-pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, dan nasihat-nasihat kebaikan.
- Khutbah Kedua: Dimulai dengan takbir sebanyak 7 kali. Khutbah ini berisi doa untuk umat Islam, penjelasan mengenai hikmah kurban, dan anjuran untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan.
Mendengarkan khutbah dengan khusyuk akan menambah pahala dan pemahaman kita tentang makna Idul Adha serta ibadah kurban. Dalam khutbah, seringkali disisipkan juga doa sholat Idul Adha dan doa-doa kebaikan lainnya yang dapat diamini oleh para jemaah.
Amalan Sunnah Setelah Sholat Idul Adha
Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Adha dan mendengarkan khutbah, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan:
- Saling Mengucapkan Selamat (Taqabbalallahu Minna wa Minkum): Saling mengucapkan selamat Idul Adha, seperti “Taqabbalallahu Minna wa Minkum” (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian) atau “Minal ‘Aidin wal Faizin”.
- Silaturahmi: Mengunjungi sanak keluarga, tetangga, dan kerabat untuk mempererat tali silaturahmi.
- Menyantap Hidangan Kurban: Jika memungkinkan, makanlah hasil sembelihan kurban setelah sholat. Ini adalah momen kebersamaan dan berbagi rezeki.
- Melaksanakan Ibadah Kurban: Bagi yang mampu, segera laksanakan penyembelihan hewan kurban. Ibadah kurban adalah bentuk ketaatan dan kepedulian sosial.
Tanya Jawab Seputar Sholat Idul Adha 2026
Q: Apa perbedaan sholat Idul Adha dan sholat Idul Fitri?
A: Perbedaan utama terletak pada waktu pelaksanaan dan anjuran makan sebelum sholat. Sholat Idul Fitri dilaksanakan setelah melihat hilal Syawal, sementara Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebelum sholat Idul Fitri disunahkan makan sedikit, sedangkan sebelum sholat Idul Adha disunahkan tidak makan. Jumlah takbir tambahan (takbir zawa’id) di kedua sholat ini sama.
Q: Apakah sholat Idul Adha wajib atau sunnah?
A: Sholat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun bukan wajib, pahala dan keutamaannya sangat besar sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakannya.
Q: Bolehkah melaksanakan sholat Idul Adha di rumah?
A: Ya, dalam kondisi tertentu, seperti idul adha di masa pandemi atau keterbatasan akses ke lapangan/masjid, sholat Idul Adha boleh dilaksanakan di rumah secara mandiri atau berjamaah dengan keluarga. Tata cara sholatnya sama, hanya saja tidak ada khutbah jika dilaksanakan sendiri. Namun, melaksanakan Sholat Idul Adha secara berjamaah di masjid atau lapangan lebih utama.
Q: Bagaimana jika terlambat datang untuk sholat Idul Adha berjamaah?
A: Jika terlambat dan imam sudah ruku’ atau sujud, jemaah tetap dapat bergabung sebagai makmum. Setelah imam salam, makmum yang terlambat dapat menyempurnakan rakaat yang tertinggal. Jika terlambat dan sholat sudah selesai, masih bisa melaksanakan sholat Idul Adha sendiri.
Q: Apakah ada doa khusus setelah sholat Idul Adha?
A: Tidak ada doa sholat Idul Adha khusus yang wajib dibaca setelah sholat. Namun, umat Islam dapat memanjatkan doa-doa kebaikan secara umum, memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT. Memperbanyak zikir dan takbir juga sangat dianjurkan.
Q: Apakah perempuan wajib ikut sholat Idul Adha?
A: Ya, sholat Idul Adha dianjurkan bagi semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Bahkan bagi wanita yang sedang haid atau nifas, mereka tetap disunnahkan untuk hadir di tempat sholat untuk mendengarkan khutbah dan merasakan syiar Idul Adha, namun tidak ikut sholat. Anjuran ini sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Hikmah dan Makna Idul Adha
Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi lebih dari itu. Hari raya ini mengandung banyak hikmah dan makna mendalam bagi umat Islam, antara lain:
- Ketaatan kepada Allah: Mengingatkan kita akan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan kesediaannya berkorban demi perintah Allah. Ini mengajarkan kita untuk selalu patuh dan tunduk pada setiap perintah-Nya.
- Solidaritas Sosial: Ibadah kurban mengajarkan kita untuk berbagi rezeki dengan sesama, terutama kaum fakir miskin. Daging kurban dibagikan agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati hidangan spesial di hari raya.
- Meningkatkan Takwa: Seluruh rangkaian ibadah Idul Adha, mulai dari sholat, takbir, hingga kurban, bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
- Syiar Islam: Pelaksanaan sholat Idul Adha berjamaah di lapangan atau masjid merupakan syiar Islam yang megah, menunjukkan persatuan dan kekuatan umat.
Pada tahun 2026 ini, marilah kita jadikan momen Idul Adha untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Penutup
Demikianlah panduan lengkap mengenai tata cara sholat Idul Adha lengkap dengan bacaan niat dan doa sholat Idul Adha. Semoga artikel ini dapat membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah di Hari Raya Kurban 2026 dengan baik dan benar sesuai tuntunan syariat. Ingatlah bahwa sholat Idul Adha adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dan melaksanakannya dengan khusyuk akan mendatangkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.
Mari kita persiapkan diri menyambut Idul Adha 2026 dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan semangat berbagi. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Taqabbalallahu Minna wa Minkum!
Referensi & Sumber Daya Tambahan
Berikut adalah kumpulan referensi ilmiah, alat bantu online, buku rekomendasi, dan media pembelajaran visual untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai tata cara Sholat Idul Adha dan hikmah di baliknya.
Jurnal Ilmiah & Studi Akademik
Sumber-sumber ini memberikan landasan teologis dan sosiologis mengenai pelaksanaan ibadah kurban dan sholat Idul Adha.
- Anwar, S., & Al-Hafizh, M. (2022). “Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Pelaksanaan Ibadah Qurban.” Jurnal Pendidikan Islam. Studi ini menganalisis dampak psikologis dan sosial dari pelaksanaan ibadah kurban serta bagaimana hal itu membentuk karakter umat Muslim.
- Fauzi, A. (2023). “Tinjauan Fiqih Syafi’iyah Terhadap Pelaksanaan Shalat ‘Idain.” Jurnal Hukum Islam. Artikel ini mengupas secara mendalam tata cara sholat dua hari raya berdasarkan Mazhab Syafi’i yang menjadi rujukan utama mayoritas Muslim di Indonesia.
Sumber Daya Online Terpercaya
Situs web dan panduan resmi untuk memverifikasi waktu pelaksanaan dan detail fiqih harian.
- NU Online – Kanal Ibadah & Fiqih Situs rujukan Islam terbesar di Indonesia yang menyediakan panduan detail mengenai niat, bacaan sholat, dan tata cara ibadah sesuai pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah.
- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) Sumber resmi pemerintah untuk pengumuman sidang isbat (penetapan 10 Dzulhijjah) dan panduan resmi penyelenggaraan hari raya nasional.
- Rumaysho.com – Panduan Shalat Idul Adha Situs edukasi Islam yang populer dengan artikel-artikelnya yang sistematis, menyertakan dalil-dalil shahih, dan mudah dipahami oleh orang awam.
Buku Rekomendasi
Literatur mendalam untuk perpustakaan pribadi Anda (Tersedia di Amazon).
- Sabiq, Sayyid. Fiqh Us-Sunnah: At-Tahara and As-Salah Karya klasik yang menjadi rujukan wajib di seluruh dunia, membahas detail hukum-hukum sholat sunnah, termasuk Idul Adha, dengan bahasa yang lugas.
- Al-Jaza’iry, Abu Bakr. Minhaj Al-Muslim Panduan komprehensif gaya hidup Muslim yang mencakup akidah, adab, dan ibadah, memberikan konteks menyeluruh tentang pentingnya hari raya dalam Islam.
Multimedia & Video Pembelajaran
Materi audio-visual untuk mempermudah visualisasi gerakan dan pemahaman makna.
- Video Panduan Sholat Idul Adha – Yufid TV Video tutorial langkah demi langkah dengan animasi dan bacaan yang jelas, sangat membantu untuk menghafal jumlah takbir dan gerakan sholat.
- Ceramah: The Story of Ibrahim and Ismail – Mufti Menk Ceramah inspiratif berbahasa Inggris yang menggugah hati tentang sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim AS, memberikan “ruh” pada ibadah fisik yang kita lakukan.
- Podcast: Makna Berkurban di Era Modern Diskusi audio yang membahas relevansi kurban dalam konteks sosial ekonomi modern (Carilah di platform podcast favorit Anda dengan kata kunci “Hikmah Kurban”).



